
Kepala Pemandu Bakat PSSI Simon Tahamata menyoroti minimnya kompetisi usia muda di Indonesia. Hal ini menjadi penghambat kinerjanya.
Simon ditunjuk PSSI saat Timnas Indonesia ditangani para pelatih dari Belanda pada awal 2025. Setelah Kluivert dicopot pada akhir 2025, Simon tidak meninggalkan posnya di PSSI.
Ia bertugas untuk mencari bibit-bibit pemain muda yang bisa diorbitkan. Namun ia kesulitan karena minimnya kompetisi usia muda di Indonesia.












