
Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta telah memberikan respon terhadap polemik yang melibatkan Borneo FC Samarinda di Jakarta International Stadium (JIS). Dalam pernyataannya, Panpel menegaskan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menerapkan kebijakan yang sudah ditetapkan.
Asal-usul Polemik
Polemik ini bermula pada Senin (2/3/2026), saat Manajer Borneo Dandri Dauri mengecam larangan yang diberikan kepada timnya untuk menggunakan lapangan JIS pada sesi official training. Ini terjadi sehari sebelum pertandingan Borneo melawan Persija di JIS, Selasa (3/3).
Menurut Dandri, larangan ini dinilai sebagai bentuk diskriminasi yang tidak adil. Namun, Panpel Persija menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari standar operasional yang sudah ditetapkan. Lapangan pendamping JIS selalu disiapkan untuk kegiatan latihan, sehingga tidak ada alasan untuk merasa diskriminasi.
Analisis Kebijakan
Dari analisis kebijakan yang berlaku di JIS, terlihat bahwa semua tim yang menggunakan fasilitas tersebut diharuskan mematuhi protokol yang telah ditetapkan. Ini termasuk penggunaan lapangan yang telah ditentukan untuk latihan resmi.
Peran Otoritas
Menurut otoritas sepakbola di daerah tersebut, pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menerapkan aturan adalah fondasi utama untuk menjaga kualitas pertandingan. Dengan tetap mematuhi aturan, semua pihak dapat bersinergi dalam menciptakan atmosfer yang positif sebelum pertandingan.
Penutup
Polemik ini menjadi pengingat bahwa emosi dalam sepakbola harus dikendalikan. Sebagai penggemar, penting untuk mendukung tim favorit dengan cara yang konstruktif, tanpa terlibat dalam polemik yang tidak perlu. Semoga pertandingan nanti dapat berjalan dengan lancar dan sportif.










